"Filosofi Juara"

                               "Filosofi Juara"





Filosofi Juara , apasih yang kita tau dari Filosofi Juara?.

Pertama - tama apasih yang dimaksud Juara itu?.

Pernahkah kita menjadi juara dalam sebuah perlombaan? Gembirakah rasanya tatkala mendapatkan posisi pertama dalam perlombaan itu?


Senangkan hati kita di saat mengangkat trofi piala atau dikalungkan mendali yang dikhususkan untuk sang juara?

Juara adalah seseorang maupun kelompok yang telah memenangkan turnamen, kompetisi, liga , Olimpiade, atau kontes dalam bidang tertentu (misal bidang seni, kesenian, olahraga, menyanyi, ataupun iptek dan sains, dan lain-lain).

Namun banyak orang tidak mengetahui bahwa menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia (KUBI), kata juara juga diartikan sebagai orang yang gagah berani. Jadi, menurut arti leksikal, untuk menjadi juara, tidak selalu kita harus dapat memenangkan suatu pertandingan. Dengan kata lain, sesorang bisa jadi berhak menyandang gelar sebagai sang juara meskipun dia tidak memperoleh anugerah medali ataupun piala. Juara semacam ini, namnya juara sejati.

"Filosofi Juara"

Filosofi Juara:Pasti Orang Yang Bermental Juara Berjiwa Juara 


Saya yakin jawabannya, semua orang akan merasa gembira dan senang ketika menjadi seorang juara.


Karena menjadi juara sangat didambakan oleh orang-orang yang mengikuti kompetisi; setiap orang akan bangga bila memenangi sebuah perlombaan; dan setiap orang pasti akan berteriak kegirangan ketika dirinya dapat mengalahkan lawan-lawannya.


Di dalam hidup juga begitu. Kita selalu menghendaki untuk mencapai puncak kesuksesan dan keberhasilan dalam hidup.


Saya rasa tak ada seorang pun manusia yang berakal tidak menginginkan kesuksesan di dunia ini. Kalaupun ada, mereka adalah orang-orang yang tidak mempunyai semangat hidup.


Manusia yang normal selalu ingin naik jabatan. Ingin kaya. Ingin populer. Dan, ingin dicintai oleh para tetangga,keluarga dan orang yang disayangi. Tapi, kadang kita tidak sadar bahwa keinginan-keinginan tersebut hanya sementara.


Karena, menjadi seorang manusia juara, tidak hanya mampu mencapai tujuan yang hanya sesaat. Menjadi juara ialah mampu menempatkan posisinya pada puncak kebahagiaan kendati secara kasat mata kita tidak menempati posisi pertama.


Ketika kita menjadi seorang siswa di sebuah sekolah, ranking dan nilai bukanlah satu-satunya tujuan yang menggerakan tubuh kita untuk terus menerus menuntut ilmu dan belajar dengan tekun.


Karena juara sejati tidak mengejar posisi,tetapi kerja keras ,kegigihan,dan semangat dalam mencapai segala mimpi,rencana,keinginan,tujuan,  dan target hidup


Orang yang bermental juara, ia tidak berhenti di saat segala daya dan upayanya tak membuahkan hasil,ia pun tidak lantas berputus asa karena tidak mendapatkan apa-apa,dan ia tidak lantas berhenti berharap di saat usahanya tak dihargai orang lain


Tetapi orang yang mau memperbaiki diri dari kegagalan, kesalahan,dan kekurangan dan mencoba mencari hikmah dan solusi dari kekurangan,kesalahan dan kegagalan yang menimpa diri.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Traditional snacks with a legit and savory taste are known to the public as lupis.

Jajanan tradisional sing rasane legit lan gurih dikenal masyarakat kanthi jeneng lupis.